“Gimana ceritanya lo udah sampai rumah aja sementara beberapa jam yang lalu lo di kampus. Gue anterin. Dan bilang bakalan pulang sorean?” “Lo bohongin gue, ya, Bell?” Beryl terlihat kehabisan stok sabar saat melihat posisi Isabella ada di rumah melalui GPS yang terhubung dengannya. Jangan lupakan sebuah fitur aplikasi sengaja Beryl pasang di hp Isabella. Semoga sampai sekarng perempuan itu tidak menyadari. Beryl jadi berpikir, Isabella ini pintar atau semacamnya. Isabella diam sembari memperhatikan dosen berceramah dari layar laptop. “Maaf. Gue nggak bermaksud membatasi ruang gerak elo,” katanya pelan. “Gue hanya merasa nggak nyaman.” Beryl mengeluh. Sadar diri sebelum diamuk sang tuan putri. “Kenapa?” pada akhirnya memang harus ada penjelasan dari setiap tindakan bukan? Tidak salah

