Tampaknya ada hal yang tidak bisa dijelaskan lewat kata-kata. Perihal perasaan disetiap harinya yang kian menguat. Tak tentu arah. Ada yang janggal tentang hubungan kita. Seolah kita memang sama-sama ingin terikat satu sama lain. Tapi nyatanya kita tidak bisa. Hubungan berdalih bertemanan menjadi sebuah pilihan. Iyakan?! Aku hanya berharap suatu saat ada kejelasan soal kita. Soal masa depan kita. Jika memang layak bersama semoga alam semesta benar-benar menyetujuinya. Meski harus diuji sedimikian rupa di awal jumpa. Seandainya pun tidak digariskan bersama biarlah sisa rasa menjadi penyemat kita. Bahwa tidak semua hal yang pernah bersama lantas akan menjadi milik kita selamanya. Isabella merenung menunggu kedatangan orang yang katanya ingin mengunjunginya. Prof.Warsono, orang tua Isab

