"Lo masuk dari mana?" Seingat Beryl pintu utama sudah terkunci. Orang tuanya juga sudah tidur. Apa pembantu yang bersedia membukakan pintu untuk Isabella karena perempuan ini memencet bel rumah tanpa henti. Isabella nyengir kuda. Setelah ciuman tak terkendali terjadi keduanya nampak kikuk di kamar. "Gue tadi dibukain pintu sama papa elo." Isabella memberi penjelasan. Mata Beryl membola. Syok dan terkejut pada jawaban Isabella. Kenapa papanya membiarkan Isabella masuk ke rumah. Apa tidak merasa khawatir soal keperjakaan sang anak. Bisa-bisanya papa Ezra melakukan itu. Tapi kalau Isabella tidak segera diantar pulang. Bisa habislah Beryl besok karena di cerca banyak pertanyaan. "Lo mau pulang apa menginap disini?" "Pulang." ujar Isabella mantap. Betapa tidak tahu diri kalau dirinya

