Curiga

1797 Words

Suara bel menyentak Aksa dari tidurnya, ia terbangun dengan mata masih tertutup rapat. Aksa menghela napas kasar, merutuki siapa pun yang mengganggu tidur nyenyaknya. “Siapa si bertamu pagi-pagi?” gerutu Aksa, ia beranjak turun dari ranjang lalu berjalan ke pintu. “Iya!” teriaknya kesal karena si tamu yang gak sabaran, terus memencet bel apartemennya. “Siapa----“ “Selamat pagi.” Aksa tertegun, ia terpaku ketika membuka pintu dan seorang perempuan menyambutnya. Senyuman manisnya membuat rasa kesal yang sudah di ubun-ubun seketika sirna, tergantikan rasa kagum akan senyum menawan yang meneduhkan hati. “Kayra.” Aksa tersenyum lebar pada perempuan yang berdiri di depannya. Dia Kayra, kekasihnya. “Tumben ke sini pagi-pagi?” Senyum Kayra masih terpatri di wajahnya, ia mengangkat paper bag

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD