Zeo tetap kekeh dengan pendiriannya. Tidak mungkin ia melihat Ibu dari anak-anaknya mendekam di jeruji besi. Sebagai kepala rumah tangga ia yang akan bertanggung jawab. “Mas, Zoya mohon jangan lakukan itu! Kita bicarakan hal ini lagi!” ujar Zoya sembari mengikuti langkah suaminya “—“ “Zoya nggak mau Mas Zeo yang bertanggung jawab dengan hal ini.” “—“ Zeo memilih diam. Ia enggan menjawab perkataan istrinya. Ibu dari anak-anaknya harus tetap bahagia dan baik-baik saja. Zeo akan melakukan apapun demi kebahagiaan keluarga kecilnya. “MAS, ZOYA BICARA DENGAN MAS ZEO!” bentaknya sembari menarik lengan suaminya “ZOYA NGGAK MAU MAS BERTANGGUNG JAWAB ATAS KESALAHAN ZOYA!” bentaknya Di satu sisi, Umi Arini dan Abah Edwin terkejut mendengar suara teriakan menantunya. Mereka buru-buru me

