Laki-laki itu adalah Andika! Sosok laki-laki tampan yang menyukai Zahira sejak lama. Zahira tahu namun memilih diam. Baginya cukup berteman baik, karena ia tidak ada ketertarikan apapun padanya. Apalagi sekarang ia telah mempunyai sosok suami yang baik. Andika menatap punggung Zahira yang semakin jauh. Ia tersenyum getir. Ternyata rasa itu masih sama meskipun Zahira sudah menikah. Entah sampai kapan ia merasakan sakit ini, namun ia menikmatinya. “Zahira, andai saja waktu itu aku tidak terlambat satu hari saja mungkin kamu dan Zayn tidak akan menikah.” lirihnya “Namun ternyata Takdir lebih berbihak pada Zayn.” Andika hanya bisa tersenyum getir. Ia tidak bisa melakukan apa-apa selain menatap Zahira dari jauh. Senyuman di bibirnya hanya menutupi luka. Andika yakin hal-hal baik akan se

