Bab 19

875 Words

Di sisi lain, Zeo membuka pintu kamar. Ia menautkan kedua alisnya bingung tidak melihat keberadaan istrinya. “Di mana istriku?” gumamnya “Zoya!” panggil Zeo “—“ Langkah Zeo tertuju ke arah kamar mandi namun ia tidak mendengar suara gemercik air. Meskipun begitu ia tetap membuka pintu kamar mandi untuk memastikan jika istrinya tidak ada di dalam ruangan tersebut. Ceklek “Zoy…” Deg Zeo melebarkan matanya ketika melihat Zoya terbaring di lantai kamar mandi. “ZOYA!” pekiknya Buru-buru Zeo menghampiri istrinya. Jantungnya berdetak cepak melihat kondisi Zoya tergeletak di dinginnya lantai kamar mandi. Wajah pucat Zoya membuat ia semakin takut dan panik. Zeo menepuk pelan pipi Zoya mencoba untuk membangunkannya. “Zoya, bangun!” “Zoya!” “—“ “Astagfirullah.” Zeo langsung men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD