“Hukuman karena terus membantah.” “Ck,” decak Zoya “Mau membantah lagi, hm? Kalau terus membantah mas nggak akan kasih kamu nafas.” “Tau, ah!” Zoya bersendekap d**a dengan wajah cemberut Zeo menangkup wajah istrinya. Ia menatapnya lembut. “Jangan marah-marah terus, ya! Serahkan semuanya pada Allah.” “Syaitan sangat menyukai orang pemarah. Kamu nggak mau didekati syaitan kan?!” Zoya menggelengkan kepalanya. “Kalau nggak mau tenangkan hati terlebih dulu. Perbanyak istigfar.” ujar Zeo Cup Zoya memejamkan mata ketika Zeo mencium keningnya. Ketulusan terlihat begitu nyata ketika bibir Zeo menyentuh keningnya. Untung Zoya memiliki suami seperti Zeo yang memiliki kesabaran ekstra. Jika tidak, entah apa yang akan terjadi. *** Beberapa bulan kemudian. “Huhh..” Zoya menghela nafa

