Pagi harinya “Enghh..” lenguh Zahira Zahira terbangun karena mendengar suara Adzan dari ponselnya. Alarm khusus sebagai tanda jika memasuki waktu sholat. Zahira merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku. “Awss..” ringisnya Zahira meringis kesakitan karena merasakan sakit di bagian bawahnya. “Sakit banget!” lirihnya Ketika ingin bangun tubuhnya terhalang lengan Zayn yang melingkar di atas perutnya. Ia menoleh ke samping dan melihat suaminya masih tertidur pulas. Zahira tersenyum kecil menatapnya. Setelah menikah orang yang ia lihat saat pertama kali terbangun adalah wajah tampan suaminya. Tangannya terulur mengelus pipi suaminya dengan lembut. Seketika Zahira teringat dengan perkataan adiknya tadi malam. Ia tidak menyangka adiknya mencintai suaminya. “Ya Allah, apa yang haru

