Bakal.Puas Lahir Batin?

1253 Words

Rumah keluarga Brama berubah menjadi rumah penuh wangi bunga melati dan mawar. Di halaman belakang, sudah disiapkan kursi-kursi putih, kendi-kendi air, dan kain putih yang menutupi area siraman. Cindera duduk anggun mengenakan kebaya putih lembut, sanggul sederhana dihiasi melati. Wajahnya cantik namun jelas tampak gugup. Ratih, ibu Cindera, menggenggam tangan putrinya. "Nak… besok kamu menikah. Ibu hanya berdoa semoga kamu selalu bahagia. Tidak ada ibu yang ingin melihat anaknya menangis lagi.” Cindera menahan air mata. “Ibu… terima kasih sudah mendampingi aku sampai sejauh ini.” Siraman Dimulai Ayah Cindera memecah kendi air, tanda dimulainya siraman. Air bunga dituangkan perlahan ke kepala Cindera. Ayahnya bergetar saat berkata: "Ayah titip kebahagiaan kamu pada Elvan. Ayah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD