Merajuk

1537 Words

Pagi itu suasana kantor terasa lebih sibuk dari biasanya. Elvan tampak segar dengan setelan jas abu muda dan rambut tersisir rapi. Di tangannya, segelas kopi hitam yang baru saja diantar oleh sekretaris lama sebelum tugasnya kini resmi digantikan oleh Amara, asisten pribadi barunya. “Pagi, Pak Elvan,” sapa Amara dengan senyum profesional sambil menyerahkan agenda rapat hari itu. Elvan menatap cepat lembaran itu dan mengangguk puas. “Kau teliti juga. Baru sehari kerja sudah bisa menyesuaikan ritme.” Amara tersenyum sopan. “Saya terbiasa bekerja di bawah tekanan, Pak. Tapi… sepertinya ada satu pertemuan yang belum tercatat di kalender digital Anda.” Elvan mengangkat alis. “Pertemuan apa?” “Dengan dr. Cindera, sore ini,” jawab Amara dengan nada hati-hati. Seketika ekspresi Elvan sedikit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD