Edgar menghela napas berat. Saat ini ia ia berada di titik merasakan kebosanan dalam hidup, bahkan bekerja pun ia sudah sangat bosan dan tidak berminat melakukan pekerjaan apapun saat ini. Edgar merasa ingin melakukan hal lain, hal yang belum pernah ia lakukan. Tapi ia sendiri juga bingung hendak melakukan hal apa. Sejak kemarin pun ia menginap di kantornya dan tidak pulang. Pagi-pagi sekali ia sudah duduk di kursi dan membahas sesuatu dengan Edmund selepas sarapan bersama. Edmund melihat mata Edgar yang terlihat kosong pun berhenti bicara. “Tuan, apa ada masalah? Sepertinya sejak tadi anda tidak mendengarkan saya,” ucap Edmund kecewa. Pasalnya ia sudah menjelaskan panjang lebar tentang pekerjaan dengan Edgar, tapi Bosnya itu terlihat sedang melamun. Sudah pasti, ocehannya sejak tadi t

