21. Rencana Jahat Abhi

1294 Words

Keesokan hari, Jum’at sore, Rayya sudah bersiap pulang. Ini akhir pekan, saatnya dia ingin menghabiskan malam dengan menelpon Shaka. Bocah itu semakin menggemaskan saja. Rayya sudah tidak sabar menanti ingin segera tinggal serumah bersama Shaka. “Ray, kamu beneran belum bilang ke Bos Akang tentang Shaka?” tanya Amel, serius, tidak habis pikir kenapa Rayya masih menutupi adanya Shaka. Rayya melotot ke arah Amel. Ini jam empat sore, tadi mereka bertemu di mushola, kemudian Amel mengekori Rayya ke pantri di lantai lima belas. Di hari Jumat jika sore, mereka bisa sedikit lebih santai layaknya b***k korporat level biasa. “Mel, kalau Abhi dengar bisa berabe loh.” Rayya menoleh kanan kiri, takut andai saja si bos satu itu tiba-tiba muncul bak kunti di siang hari bolong. Abhi kan biasa sepert

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD