19. Malam Petaka

1373 Words

“Amel, apa-apaan sih?” Rayya yang panik, menarik kemeja Amel, berusaha mengingatkannya agar tidak bercerita tentang Shaka. “Amel! Saya menunggu. Rayya tuh punya apa?” Abhi maju satu langkah dekati keduanya, tatapan tajam matanya seakan ingin membelah Amel jadi dua jika tidak segera memuaskan rasa penasarannya. Wajah Rayya tentu saja pucat, tapi entah kenapa tidak dengan Amel. Gadis bertubuh atletis ini malah cengengesan dan melihat ke arah Rayya dan Abhi bergantian. “Yaelah Pak… Pak. Kalau Pak Abhi beneran punya rasa ke Rayya, harusnya Pak Abhi tahu dong kalau Rayya tuh punya…” Amel sengaja menjeda, dia sangat suka melihat kepanikan Rayya dan rasa penasaran Abhi, “saya bisikin Bapak aja boleh gak?” Tiba-tiba Amel punya ide jenius untuk membisiki Abhi saja. “Boleh! Buru!” Abhi mengang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD