Gavin kembali ke kamar dengan nampan berisi bubur juga obat untuk Kyra. Tadi setelah tiba di rumah, wanita itu langsung tertidur, entah memang tidur atau hanya sekedar memejamkan mata untuk menghindarinya, Gavin tidak tau. Anneke masih menemaninya, membuatkan bubur untuk Kyra juga memberikan beberapa nasihat untuk Gavin, walau Gavin tau kekecewaan masih menyelimuti hati wanita paruh baya itu. "Kyra. Bangunlah, sayang. Kau harus makan dan minum obat." Gavin meletakkan nampannya di nakas samping ranjang, lalu duduk di tepi ranjang dan membangunkan Kyra dengan lembut. Menyentuh kening wanita itu dan mengusap lengan Kyra. Kyra mengerjap-ngerjapkan matanya, menatap langit-langit kamarnya seperti biasa.