bc

Menjadi istri dr.Arzilo Alexsander

book_age18+
126
FOLLOW
1K
READ
family
friends to lovers
heir/heiress
drama
sweet
office/work place
enimies to lovers
like
intro-logo
Blurb

Perjodohan yang dilakukan keluarga Salsa kepada dirinya yang masih jomblo dan sering kali gagal dalam memilih pasangan membuatnya merasa hidupnya menjadi tidak akan mudah. Apalagi yang dijodohkan kepadanya salah makhluk dingin jelmaan iblis yang sangat pandai menyimpan perasaannya. Selama ini ia berusaha keras menolak perjodohan dan orang tuanya juga sibuk menjodohkannya,  namun sampai saat ini hubungan keduanya masih seperti anjing dan kucing yang sering kali bertengkar dari pada akur.Akhirnya Salsa tidak bisa menolak takdirnya karena kesempatannya dalam memilih suami telah habis dan sekarang ia bertunangan dengan Arzilo Alexander lalu hari-harinya pun berubah menjadi lebih dramatis. Proses memahami sosok yang telalu dingin dan pintar itu membuat Salsa pusing. Apalagi hubungannya dengan Arzilo Alexsander masih dirahasiakan mengingat keduanya bekerja ditempat yang sama dan Zilo merupakan idola di Rumah sakit tempat mereka bekerja."Kita batalin saja perjodohan kita yang nggak masuk akal ini!" Pinta Salsa."Kamu saja yang cari cara!" Ucap Zilo."Kok hanya aku sih, kamu juga harus cari cara!" Pinta Salsa kesal."Saya sibuk memikirkan hal yang tidak penting," ucap Zilo membuat Salsa membuka mulutnya."Jadi kamu tetap amb kamu jadi istri kamu?"  Tanya Salsa."Saya kasihan sama kamu dari pada kamu selalu salah dan bersikap bodoh memilih lelaki lebih baik kamu mendapatkan lelaki hebat seperti saya yang memiliki kemampuan luar biasa," ucap Zilo  membuat Salsa benar-benar prustasi menghadapi Arzilo Alexsander.

chap-preview
Free preview
Sesuai perjanjian
Entah sejak kapan bagian kehidupan pribadinya mulai menjadi konsusmsi keluarga seiring pencarian jodohnya, yang dianggap salah ketika ia memilihnya sendiri. Perempuan cantik, imut, ceria, penyayang ini sering kali ditipu dengan lelaki tampan dan kaya karena mereka mendekatinya ingin, memanfaatkan sosok cantik ini. Bagaimana tidak, ia berasal dari keluarga yang merupakan pengusaha sukses dan menjadi anak perempuan satu-satunya dari pasangan terhits dikeluarganya yaitu Nasir Alisatyas dan Liana. Nama perempuan cantik, imut dan ceria ini adalah Salsabila Satyas dan ia merupakan anak bungsu dari keluarganya. Salsa memiliki dua orang kakak laki-laki tampan yaitu Serkan Satyas dan Defran Satyas yang memilih untuk tidak bekerja fokus pada perusahaan keluarganya, karena keduanya memilih menjadi abdi negara. Serkan merupakan pemimpin dari pasukan khusus dan ia seorang TNI, sedangkan Defran merupakan seorang polisi. Saat ini kedua kakaknya itu telah menikah dengan pujaan hati mereka dan telah dikaruniai anak. Tuntutan untuk menikah sering kali ia dengar setiap harinya, hingga membuatnya bosan dan sejak dulu sebenarnya ia telah dijodohkan dengan anak dari sahabat Maminya. Ya Liana selalu hebo jika menceritakan Salsa yang sangat cocok dengan Arzilo Alexsander lelaki yang menjadi harapan Maminya agar Zilo menjadi menantunya. Hari ini Salsa berencana untuk ke Universitas pagi ini karena akan ada kuliah umum, namun yang paling menyebalkan dosen yang akan mengajarnya hari ini salah satunya adalah Arzilo Alexsander. "Sebenarnya malas banget aku itu ketemu dia, apalagi melihat sikapnya yang so cool gitu, terkadang ya aku itu bingung kenapa aku harus dijodohkan sama dia, kaya nggak ada cowok lain aja. Ini yang paling gila lagi, Mamiku itu bucin banget sama dia," kesal Salsa. Salsa menatap wajahnya dicermin dan seperti biasanya ia akan terlihat sangat cantik jika ia memoles makeup diwajahnya. "Aku ini kan cantik harusnya nggak perlu dijodohin, lagian kenapa sih aku dijodohin sama dia, lagian aku kok bodoh banget mau-maunya setuju dengan perjanjian Papi dan Mami," ucap Salsa kesal mengingat isi perjanjian yang telah ia tandatangani. Perjanjian di mana ia harus mau menerima pertunangannya dengan Zilo, jika ia tidak menemukan lelaki yang tepat dalam waktu yang ditentukan dan juga beberapa kesempatan untuk memilih lelaki yang sebagai calon suaminya. Salsa mengambil tasnya dan ia melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya, lalu melangkahkan kakinya menuruni tangga menuju lantai dasar. Saat berada dilantai dasar ia kembali melanjutkan langkah kakinya menuju ruang makan untuk sarapan bersama keluarganya. "Sepi banget," ucap Salsa duduk disamping Papinya yang sedang memakan sarapannya dengan pelan. "Serkan sedang pergi keluar negeri dan Kiran juga berada di Bandung, cucu Papi sudah pergi ke Sekolah dan mereka katanya menginap di Rumah Neneknya," jelas Nasir. "Makanya kamu itu segera nikah sama Zilo biar rumah ini rame sama anak-anaknya kamu!" Ucap Alisatyas membuat Salsa menghela napasnya. Kakeknya ini sudah ketularan bucin seperti Maminya, karena ingin memiliki cucu menantu seperti Zilo. "Ya ampun baru juga beberapa hari loh karena perjanjian itu Mami dan Papi menangkan, lagian kenapa sih mau nikah cepat. Aku kan belum setuju untuk menikah," kesal Salsa. Liana mendekati Salsa dan ia memberikan segelas jus sayuran untuk Salsa. "Tangkap cepat dan ikat si Zilo sebelum dia diambil orang Salsa!" Ucap Liana. "Jangan tarik ulur layangan sudah bertunangan, harusnya kamu langsung nikah!" Ucap Liana: Salsa menghela napasnya ingin sekali ia mengatakan hal yang pastinya membuat Maminya kesal padanya, namun ia menahan dirinya untuk tidak mengatakannya. 'Mami kenapa nggak Mami saja yang menikah lagi sama Zilo, kayanya Mami ini udah digunain sama Zilo makanya tiap hari yang selalu dia tanya apa aku ketemu Zilo nggak hari ini,' Batin Salsa kesal. "Mami apa-apaan sih minta aku ngejar-ngejar dia, ogah banget Mi, gini-gini aku itu punya harga diri, aku nggak mau ngejar cowok yang jelas-jelas nggak ada baiknya sama aku," ucap Salsa. "Nggak ada baiknya gimana?" Tanya Nasir. Nasir sosok nomor tiga yang juga telah bucin kepada Zilo, akhirnya mulai ikut menginterogasi nya mengenai perasaanya. "Udah...nggak usah bahas tentang dia!" kesal Salsa dan ia segera memakan sarapannya dengan lahap. Liana memberikan paperbag berisi makanan kepada Salsa. "Kasih sama menantu Mami ya Sa, Mami tahu kamu ke kampus untuk kuliah dan Zilo itu dosen kamu!" ucap Liana. "Mami tanya Zilo dia dimana hari ini?" Tanya Salsa kesal. "Kenapa memangnya nggak boleh?" Tanya Liana. "Jelas nggak boleh Mi, ngapain juga Mami tanya dia hari ini di mana, Mami kayak pacaranya dia aja," kesal Salsa. "Dari pada kamu yang nggak ada niat gitu ketemu sama mantu Mami, makanya Mami harus cari cara agar kalian bertemu," jelas Liana. "Awas ya makanan ini harus sampai ditangannya menantu Mami!" Ucap Liana membuat Salsa menghela napasnya. "Iya," ucap Salsa. Liana tersenyum dan ia mencium pipi Salsa, baginya Zilo adalah pilihan terbaik untuk putri bungsunya ini. Meskipun Zilo memiliki sikap yang dingin, namun Zilo tidak akan berselingkuh apalagi menyakiti putrinya, bahkan hidup Salsa akan terjamin karena Zilo merupakan keturunan Alexsander yang memiliki kekayaan yang luar biasa dan juga semua keluarga mereka adalah sosok yang sangat baik. "Malam ini Salsa nggak pulang ya Mi, Pi, Kek..." ucap Salsa. "Loh bukanya kamu hari ini libur dan nggak ke Rumah sakit, kamu hanya ke kampus?" Tanya Nasir. "Hari ini aku itu ingin nginap di Apartemennya Zarah Mi," ucap Salsa. "Kamu nggak usah ngerepotin Zarah terus menginap disana, kamu menginap di Apartemen baru yang Mami beli saja, kebetulan Mami sudah beli apartemen itu untuk kamu," ucap Liana. "Beneran Mi, astaga Mami baik banget sama aku," ucap Salsa membuat Liana menyungginkan senyumannya karena ada kejutan yang akan didapatkan putrinya di Apartemen itu. "Mami itu nggak mau aja kamu terus ngerepotin Zarah Nak, gimana kalau Zarah mau pergi sama pacarnya tapi nggak jadi karena mau menemani kamu di Aprtemennya," ucap Liana. "Kalau dia mau pergi sama pacaranya ya pergi saja!" Ucap Salsa. "Salsa..." kesal Liana. "Iya Mi," ucap Salsa. "Yaudah aku pergi dulu ya Mi ngampus!" Ucap Salsa dan ia mengulurkan tangannya mencium punggung tangan Liana, Nasir dan juga Alisatyas. Salsa melangkahkan kakinya menuju teras dan ia melihat mobilnya telah berada didepan. Ya akhirnya ia diizinkan Papi dan Maminya untuk menyetir mobilnya sendiri. Apalagi ia memang harus hidup mandiri dan tidak merepotkan orang lain, ia telah bekerja di Rumah sakit sambil melanjutkan kuliahnya. Menjadi seorang dokter memang telah menjadi impiannya dan sejak kecil ia telah berusaha belajar dengan keras untuk mencapainya. Salsa masuk kedalam mobil dan ia menghidupkan mobilnya lalu memutar musik kesukaannya, Salsa tersenyum senang karena pagi ini ia mendapatkan berita, jika ia bisa tinggal di Apartemn baru yang diberikan kepadanya. "Setelah ngampus aku harus ambil bajuku di Apartemen Zarah," ucapnya. Ketukan dikaca mobil membuat Salsa segera menurunkan kaca mobilnya. "Non...bekal untuk pacar Non!" ucap salah satu Maid. "Apa-apan sih Bik, mulai deh bilang dia pacar aku, aku jomblo ya Bik!" Kesal Salsa dan ia dengan terpaksa mengambil paperbag berisi makan untuk Zilo karena jika tidak Maminya pasti akan murka kepadanya.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Unscentable

read
1.7M
bc

He's an Alpha: She doesn't Care

read
617.6K
bc

Claimed by the Biker Giant

read
1.2M
bc

Holiday Hockey Tale: The Icebreaker's Impasse

read
859.6K
bc

A Warrior's Second Chance

read
297.2K
bc

Not just, the Beta

read
306.9K
bc

The Broken Wolf

read
1.0M

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook