Sesuai perjanjian
Entah sejak kapan bagian kehidupan pribadinya mulai menjadi konsusmsi keluarga seiring pencarian jodohnya, yang dianggap salah ketika ia memilihnya sendiri. Perempuan cantik, imut, ceria, penyayang ini sering kali ditipu dengan lelaki tampan dan kaya karena mereka mendekatinya ingin, memanfaatkan sosok cantik ini. Bagaimana tidak, ia berasal dari keluarga yang merupakan pengusaha sukses dan menjadi anak perempuan satu-satunya dari pasangan terhits dikeluarganya yaitu Nasir Alisatyas dan Liana.
Nama perempuan cantik, imut dan ceria ini adalah Salsabila Satyas dan ia merupakan anak bungsu dari keluarganya. Salsa memiliki dua orang kakak laki-laki tampan yaitu Serkan Satyas dan Defran Satyas yang memilih untuk tidak bekerja fokus pada perusahaan keluarganya, karena keduanya memilih menjadi abdi negara. Serkan merupakan pemimpin dari pasukan khusus dan ia seorang TNI, sedangkan Defran merupakan seorang polisi. Saat ini kedua kakaknya itu telah menikah dengan pujaan hati mereka dan telah dikaruniai anak.
Tuntutan untuk menikah sering kali ia dengar setiap harinya, hingga membuatnya bosan dan sejak dulu sebenarnya ia telah dijodohkan dengan anak dari sahabat Maminya. Ya Liana selalu hebo jika menceritakan Salsa yang sangat cocok dengan Arzilo Alexsander lelaki yang menjadi harapan Maminya agar Zilo menjadi menantunya.
Hari ini Salsa berencana untuk ke Universitas pagi ini karena akan ada kuliah umum, namun yang paling menyebalkan dosen yang akan mengajarnya hari ini salah satunya adalah Arzilo Alexsander. "Sebenarnya malas banget aku itu ketemu dia, apalagi melihat sikapnya yang so cool gitu, terkadang ya aku itu bingung kenapa aku harus dijodohkan sama dia, kaya nggak ada cowok lain aja. Ini yang paling gila lagi, Mamiku itu bucin banget sama dia," kesal Salsa.
Salsa menatap wajahnya dicermin dan seperti biasanya ia akan terlihat sangat cantik jika ia memoles makeup diwajahnya. "Aku ini kan cantik harusnya nggak perlu dijodohin, lagian kenapa sih aku dijodohin sama dia, lagian aku kok bodoh banget mau-maunya setuju dengan perjanjian Papi dan Mami," ucap Salsa kesal mengingat isi perjanjian yang telah ia tandatangani.
Perjanjian di mana ia harus mau menerima pertunangannya dengan Zilo, jika ia tidak menemukan lelaki yang tepat dalam waktu yang ditentukan dan juga beberapa kesempatan untuk memilih lelaki yang sebagai calon suaminya. Salsa mengambil tasnya dan ia melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya, lalu melangkahkan kakinya menuruni tangga menuju lantai dasar. Saat berada dilantai dasar ia kembali melanjutkan langkah kakinya menuju ruang makan untuk sarapan bersama keluarganya.
"Sepi banget," ucap Salsa duduk disamping Papinya yang sedang memakan sarapannya dengan pelan.
"Serkan sedang pergi keluar negeri dan Kiran juga berada di Bandung, cucu Papi sudah pergi ke Sekolah dan mereka katanya menginap di Rumah Neneknya," jelas Nasir.
"Makanya kamu itu segera nikah sama Zilo biar rumah ini rame sama anak-anaknya kamu!" Ucap Alisatyas membuat Salsa menghela napasnya. Kakeknya ini sudah ketularan bucin seperti Maminya, karena ingin memiliki cucu menantu seperti Zilo.
"Ya ampun baru juga beberapa hari loh karena perjanjian itu Mami dan Papi menangkan, lagian kenapa sih mau nikah cepat. Aku kan belum setuju untuk menikah," kesal Salsa.
Liana mendekati Salsa dan ia memberikan segelas jus sayuran untuk Salsa. "Tangkap cepat dan ikat si Zilo sebelum dia diambil orang Salsa!" Ucap Liana. "Jangan tarik ulur layangan sudah bertunangan, harusnya kamu langsung nikah!" Ucap Liana:
Salsa menghela napasnya ingin sekali ia mengatakan hal yang pastinya membuat Maminya kesal padanya, namun ia menahan dirinya untuk tidak mengatakannya. 'Mami kenapa nggak Mami saja yang menikah lagi sama Zilo, kayanya Mami ini udah digunain sama Zilo makanya tiap hari yang selalu dia tanya apa aku ketemu Zilo nggak hari ini,' Batin Salsa kesal.
"Mami apa-apaan sih minta aku ngejar-ngejar dia, ogah banget Mi, gini-gini aku itu punya harga diri, aku nggak mau ngejar cowok yang jelas-jelas nggak ada baiknya sama aku," ucap Salsa.
"Nggak ada baiknya gimana?" Tanya Nasir. Nasir sosok nomor tiga yang juga telah bucin kepada Zilo, akhirnya mulai ikut menginterogasi nya mengenai perasaanya.
"Udah...nggak usah bahas tentang dia!" kesal Salsa dan ia segera memakan sarapannya dengan lahap.
Liana memberikan paperbag berisi makanan kepada Salsa. "Kasih sama menantu Mami ya Sa, Mami tahu kamu ke kampus untuk kuliah dan Zilo itu dosen kamu!" ucap Liana.
"Mami tanya Zilo dia dimana hari ini?" Tanya Salsa kesal.
"Kenapa memangnya nggak boleh?" Tanya Liana.
"Jelas nggak boleh Mi, ngapain juga Mami tanya dia hari ini di mana, Mami kayak pacaranya dia aja," kesal Salsa.
"Dari pada kamu yang nggak ada niat gitu ketemu sama mantu Mami, makanya Mami harus cari cara agar kalian bertemu," jelas Liana. "Awas ya makanan ini harus sampai ditangannya menantu Mami!" Ucap Liana membuat Salsa menghela napasnya.
"Iya," ucap Salsa. Liana tersenyum dan ia mencium pipi Salsa, baginya Zilo adalah pilihan terbaik untuk putri bungsunya ini. Meskipun Zilo memiliki sikap yang dingin, namun Zilo tidak akan berselingkuh apalagi menyakiti putrinya, bahkan hidup Salsa akan terjamin karena Zilo merupakan keturunan Alexsander yang memiliki kekayaan yang luar biasa dan juga semua keluarga mereka adalah sosok yang sangat baik.
"Malam ini Salsa nggak pulang ya Mi, Pi, Kek..." ucap Salsa.
"Loh bukanya kamu hari ini libur dan nggak ke Rumah sakit, kamu hanya ke kampus?" Tanya Nasir.
"Hari ini aku itu ingin nginap di Apartemennya Zarah Mi," ucap Salsa.
"Kamu nggak usah ngerepotin Zarah terus menginap disana, kamu menginap di Apartemen baru yang Mami beli saja, kebetulan Mami sudah beli apartemen itu untuk kamu," ucap Liana.
"Beneran Mi, astaga Mami baik banget sama aku," ucap Salsa membuat Liana menyungginkan senyumannya karena ada kejutan yang akan didapatkan putrinya di Apartemen itu.
"Mami itu nggak mau aja kamu terus ngerepotin Zarah Nak, gimana kalau Zarah mau pergi sama pacarnya tapi nggak jadi karena mau menemani kamu di Aprtemennya," ucap Liana.
"Kalau dia mau pergi sama pacaranya ya pergi saja!" Ucap Salsa.
"Salsa..." kesal Liana.
"Iya Mi," ucap Salsa. "Yaudah aku pergi dulu ya Mi ngampus!" Ucap Salsa dan ia mengulurkan tangannya mencium punggung tangan Liana, Nasir dan juga Alisatyas.
Salsa melangkahkan kakinya menuju teras dan ia melihat mobilnya telah berada didepan. Ya akhirnya ia diizinkan Papi dan Maminya untuk menyetir mobilnya sendiri. Apalagi ia memang harus hidup mandiri dan tidak merepotkan orang lain, ia telah bekerja di Rumah sakit sambil melanjutkan kuliahnya. Menjadi seorang dokter memang telah menjadi impiannya dan sejak kecil ia telah berusaha belajar dengan keras untuk mencapainya.
Salsa masuk kedalam mobil dan ia menghidupkan mobilnya lalu memutar musik kesukaannya, Salsa tersenyum senang karena pagi ini ia mendapatkan berita, jika ia bisa tinggal di Apartemn baru yang diberikan kepadanya. "Setelah ngampus aku harus ambil bajuku di Apartemen Zarah," ucapnya.
Ketukan dikaca mobil membuat Salsa segera menurunkan kaca mobilnya. "Non...bekal untuk pacar Non!" ucap salah satu Maid.
"Apa-apan sih Bik, mulai deh bilang dia pacar aku, aku jomblo ya Bik!" Kesal Salsa dan ia dengan terpaksa mengambil paperbag berisi makan untuk Zilo karena jika tidak Maminya pasti akan murka kepadanya.