Enam Belas

1880 Words

Senin (22.00), 19 April 2021 ----------------------- Fachmi menggeliat, lalu berbalik dari posisinya yang semula telentang. Refleks tangannya terulur, mencari tubuh hangat yang biasanya menemani  tidurnya. Kosong dan dingin. Mata Fachmi mengerjap. Dia mengerutkan kening saat tidak menemukan Carissa di sampingnya. Apa sudah pagi? Sambil menguap, Fachmi bangkit duduk. Mendadak dia tertegun menyadari dirinya telanjang bulat, hanya selimut yang menutupi tubuhnya sebatas pinggang ke bawah. Sakit, Mas. Fachmi meringis seraya memijit keningnya saat teringat rintih kesakitan Carissa dan air matanya yang tidak berhenti mengalir. Apa yang terjadi pada dirinya kemarin? Kenapa dia begitu marah hingga tidak bisa mengendalikan diri? Fachmi menggosok wajahnya dengan kedua tangan. Padahal mereka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD