BAB 4

1570 Words
Sebelumnya.. " Ya Bun " ucap seorang pria tampan saat menerima panggilan dari sang Ibu. " Iya iya kali ini beneran pulang bunda sayang " " Ini udah dijalan " " Loh kok? kenapa harus kesitu sih" " aku tunggu bunda di rumah aja " " Bunda sayang, aku malas ke acara kayak gituan " Panggilan terputus sepihak terlihat pria tampan itu menghela nafas kasar karena tingkah bundanya. ------------ " Hallo Bunda " ucap pria itu saat sang ibu menghubungi nya lagi. " Apa? bunda kenapa? " " acara hajatan serame itu tapi nggak ada yang peduli sama bunda, kebangetan banget sih keluarga om Roby " " Ok ok, aku beneran kesitu bunda, sabar ya, bunda tunggu di luar aja biar bisa cepat ke rumah sakit, bisa jalan kan bunda " " iya iya , sabar ya bunda tahan, ya ampun bunda " " harusnya aku yang kasih kejutan sama bunda, ini malah aku yang di kasih kejutan sama bunda " ----------- Sebuah mobil Bugatti La Voiture Noire, berhenti tepat di depan halaman rumah Keluarga Hartono. Terlihat seorang pria tampan turun tergesa - gesa dari mobil itu dan langsung berlari dari halaman rumah tanpa memperdulikan keadaan di sekitar nya. Hingga akhirnya, ia berhenti tepat di hadapan seorang wanita paruh baya yang sudah menunggu nya sejak tadi. " Bunda, bunda nggak apa - apa? " tanya pria tampan itu panik seraya memegangi dan memeriksa tubuh sang ibu. " ih, bunda nggak apa - apa, bunda aman " ucap wanita paruh baya itu. Terlihat pria itu memperhatikan sang ibu dengan teliti, hingga akhirnya pria tampan itu sadar jika ternyata sang bunda sudah mengerjai nya. " Bunda! " protes pria tampan itu. " Nggak ada waktu buat protes, rapikan baju kamu " ucap sang Bunda pada pria itu, terlihat wanita paruh baya itu merapikan baju sang anak. " Dengerin bunda ya, bunda mau kamu lakukan sesuatu buat bunda, ini juga demi kebaikan kamu " ucap Bunda pria itu, " Apa sih Bun " ucap pria tampan itu malas. " Menikah sekarang " ucap sang Bunda. " Apa! Menikah! " Ucap dua Pria tampan dengan kompak. Karena ada satu lagi pria tampan yang baru muncul di ambang karena ia ingin menyusul temannya atau pria tampan yang pertama, dan bertepatan dengan titah sang bunda, sehingga saat mendengar ucapan sang bunda, keduanya kompak menanggapi. " Kamu juga, sini kamu duduk bantu Shaka siap - siap " ucap wanita paruh baya itu. " Bunda! " ucap dua pria itu kompak. " Keputusan bunda sudah bulat, pokoknya Shaka harus nikah hari ini juga " ucap sang bunda. Arshaka Keanu Bagaskara, seorang pria tampan dan dingin berusia dua puluh tujuh tahun, yang di kenal kejam di dunia bisnis, bahkan tak segan akan membuat musuh bisnis hancur hanya dalam waktu semalam, namun meski begitu ia hanya akan hangat pada keluarganya saja, di luar itu, ia akan bersikap seperti bongkahan es yang tak akan pernah cair. Selama ini Shaka berasa di luar negeri, tidak tau kenapa, baru setengah perjalanan kuliah di dalam negeri, Shaka tiba - tiba berubah haluan, dan meminta untuk pindah ke luar negeri, dan akhirnya ia mampu membangun perusahaan di luar negeri dan di dalam kota, meskipun yang di dalam kota berawal dari beberapa anak cabang dari perusahaan keluarga nya, namun berkat pengawasan dari Shaka, semua anak cabang perusahaan keluarga nya kini berkembang dengan pesat. Perusahaan berkembang dengan pesat tentunya tak luput dari peran seseorang, yang biasa menjadi kaki tangan Shaka selama ini. Satria Bimantara, atau biasa di panggil Satria, adik sepupu sekaligus sahabat Shaka sejak kecil, bahkan usia Satria hanya selisih beberapa bulan saja lebih tua Shaka, seorang anak yatim piatu yang tumbuh dan besar di keluarga Bagaskara. Orang tua Satria mengalami kecelakaan, saat Satria berusia sembilan tahun, dan kecelakaan itu merenggut nyawa kedua orang tua Satria, sehingga sejak kejadian itu Satria tinggal bersama keluarga Bagaskara yang kebetulan Ayah dari Satria adalah adik kandung dari Bunda Shaka. " Pokoknya Shaka nggak mau Bunda! " Protes Shaka. " Kamu nggak mau terus Shaka! lihat, kamu udah tua, Sampai kapan kamu mau sendiri terus, kamu banyak alasan, Bunda bisa cepat mati kalau kamu kayak gini terus Shakaaaaa!!! " ucap Bunda Shaka. " Bun, bukan gitu maksud " ucap Shaka, namun belum selesai menyelesaikan ucapannya, Satria memotong ucapannya. " Shak, coba lihat " ucap Satria tiba - tiba menarik baju Shaka, lalu menunjuk sebuah foto keluarga di dinding yang tidak sengaja Satria buat. Shaka mendelik saat melihat foto keluarga itu, dimana ada foto keluarga Hartono terpampang dengan indah dan jelas disana. " Bunda, itu orangnya? " tanya Satria seraya menunjuk ke arah foto dimana ada Kanaya di sana. " Iya! yang itu orangnya " ucap sang bunda seraya menunjuk kearah gambar Kanaya. " Pokoknya bunda sudah putuskan dan kamu, apalagi kamu Shaka, tidak boleh banyak alasan lagi untuk nolak apalagi protes! " ucap sang bunda seraya menunjuk Satria dan Shaka bergantian. " Kali ini kalau kamu nolak, mending Bunda nggak punya anak kalian! Bunda mau pergi aja" ucap sang Bunda lagi. Dan akhirnya... " Saudara Arshaka Keanu Bagaskara bin Rehan Bagaskara, Saya nikahan dan saya kawainkan engkau dengan putriku Kanaya Amelia Hartono binti Bagas Hartono dengan mas kawin seperangkat alat sholat, sepuluh batang emas dan uang tunai sebesar seratus juta rupiah dibayar tunai " Ucap papa Bagas dengan lantang. " Saya terima, Nikah dan kawinnya Kanaya Amelia Hartono binti Bagas Hartono dengan mas kawin tersebut di bayar tunai " Ucap Shaka dengan lantang dan hanya dalam satu kali tarikan nafas. Hingga akhirnya ucapan kata SAH terdengar dari semua orang yang ada di sana. (mohon maaf sebelumnya, jika author menggambarkan pernikahan versi muslim (karena author hanya mengerti yang seperti itu) harap yang membaca bijak ya dan tidak mengatakan author membawa - bawa agama karena dalam cerita ini author tidak menceritakan tentang agama apapun 🙏) -------------- " Arshaka Keanu Bagaskara " ucap Naya dengan pelan bahkan suaranya nyaris tak terdengar. " Pasti namanya cuma mirip " ucap Naya lagi berusaha menenangkan diri, berharap apa yang ada di pikiran nya saat ini tidak benar. Hingga akhirnya knop pintu kamar Naya di putar, dan hal itu sukses membuat jantung Naya berdetak kencang dan tak beraturan. " Permisi, maaf jika saya mengganggu " ucap seorang wanita paruh baya yang ternyata adalah Bundanya Shaka. Tanpa rasa canggung karena saking bahagianya, Bunda Shaka langsung masuk dan mendekat ke arah Naya. Bunda Shaka menatap Naya sebentar, lalu memegang wajah Naya dengan kedua telapak tangan nya. " Ya ampun , kamu cantik sekali nak. senang sekali rasanya Bunda, bisa punya mantu kamu " ucap Bunda Shaka dengan senyum bahagianya. Sementara Naya hanya terdiam dan tetap dengan posisi duduknya, karena ia bingung harus bereaksi seperti apa, karena jujur ia masih syok mendengar nama pria yang melakukan ijab qobul barusan, dan kini di hadapan nya, seorang wanita paruh baya yang ia sendiri sebenarnya belum kenal tapi begitu antusias terhadap dirinya. " Eh, aduuhh...maaf saya jadi lupa saking senangnya karna udah punya mantu " ucap Bunda Shaka. " Kanaya, jeng besan dan.." ucap Bunda Shaka menggantung ucapan nya saat melihat Najwa. " Najwa Tante " ucap Najwa. " Ah Najwa. Semuanya kenalin nama saya Elin, Elina Bagaskara, di bawah ada anak saya yang sekarang sudah jadi suami Kanaya, ada suami dan anak perempuan saya juga " ucap Bunda Elin. Mama Vina tersenyum kikuk, karena jangakan Kanaya, Mama Vina pun juga masih syok dengan semua yang terjadi saat ini, karena semuanya terjadi di luar kendali dan begitu cepat, dan yang pasti semuanya nyata. " Jeng Elin, Salam kenal Saya Vina Hartono " ucap mama Vina dengan senyum nya, meski sebenarnya masih bingung mama Vina tetap menghormati Bunda Elin, karena secara tidak langsung Bunda Elin sudah menyelamatkan keluarganya terutama Kanaya, meskipun untuk kedepannya tidak ada yang tau akan seperti apa, yang penting untuk hari ini, keluarga, terutama putrinya Kanaya tidak dibuat malu. Bunda Elin mengangguk, " Jeng Vina, Najwa, Saya diminta untuk membawa Kanaya turun " ucap Bunda Elin. Kanaya mendongak mendengar ucapan Bunda Elin. " Turun? " ucap Naya refleks. " Iya sayang turun, suami kamu dan yang lain sudah menunggu kamu di bawah " jelas Bunda Elin. " Se sekarang Tante? " tanya Naya terbata. " Bunda sayang, panggil bunda ya, karena mulai sekarang kamu sudah jadi anak perempuan Bunda " ucap Bunda Elin. " Bu, Bunda " ucap Naya terbata. " Bagus " ucap Bunda Elin dengan senyum teduhnya. " Ayo, kita turun " ucap Bunda Elin. " Jeng Vina, Najwa, Ayo turun " ucap Bunda Elin. Mama Vina dan Najwa mengangguk, lalu mendekat ke arah Kanaya dan Bunda Elin. " Ayo dek, kakak temani " ucap Najwa pada Kanaya. Naya menatap kakak iparnya itu, terlihat sebuah anggukan dan senyuman yang di berikan oleh Najwa, membuat rasa takut Kanaya sedikit berkurang saat melihat anggukan dan senyuman dari kakak iparnya itu. Hingga akhirnya, Naya di tuntun Najwa turun dari atas tangga, di belakang Mama Vina dan Bunda Elin mengikuti dengan Bunda Elin memeluk lengan Mama Vina. Setibanya di bawah tangga, " Degh! " Jantung Naya lagi - lagi berdetak sangat kencang, saat tatapan matanya bertemu langsung dengan tatapan mata seorang pria yang ia yakini sekarang adalah suaminya, karena pria itu yang kini posisinya duduk di kursi yang tersedia di meja akad. " Shaka " Ucap Naya dengan gerakan mulut tanpa bersuara. Arshaka Keanu Bagaskara, nama yang masih sangat Kanaya ingat dengan jelas, karena pria yang kini duduk di kursi akad itu adalah mantan pacar Kanaya dari masa sekolah menengah atas hingga kuliah.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD