Part 34

1544 Words

"Seharusnya kita melaporkan hal ini ke polisi setempat Ra, nggak bertindak sendiri seperti ini, mati konyol kan kita," gerutu Devana, dia dan Ara diikat disebuah tiang ditengah ruangan saling membelakangi. Ara hanya diam, ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, Ara berfikir sejenak, mungkin Danisa dekat dari tempatnya disekap kini, ia berusaha menajamkan pendengarannya. Ara seperti mendengar suara pintu yang dipukul namun terdengar tak terlalu keras, ia yakin itu adalah Danisa, tangan anak seperti Danisa belum memiliki kekuatan memukul dengan kuat. "Buka pintunya.... Aku mau bertemu papa." Ara mendengar suara Danisa yang berteriak, ia lega Danisa masih dalam keadaan baik baik saja. "Van.... Ambil pisau silet kecil di kantong celana belakangku." "Memang kamu bawa?" Sudah ambi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD