Setelah memberi hormat pada sang Raja ... Cedric pun pergi meninggalkan aula Istana Brighton. Rahangnya mengeras saat ia melewati pintu aula itu, menyusuri koridor panjang menuju halaman depan Istana yang dijaga oleh puluhan pengawal berseragam lengkap. Untungnya, pagi ini ... ia diperkenankan menggunakan keretanya sendiri meski ia harus dikawal ke Istana. Bak seorang tersangka yang akan diadili. Hal itu membuat kemarahan membuncah di dalam d**a Cedric, membuat kebenciannya pada Adam kian bertambah. Baginya, sepupunya itu tak lebih dari seorang Putra Mahkota sampah yang sama sekali tidak mengerti akan tugasnya. Fine, mungkin Adam pintar dalam berperang dan mengatur strategi. Tapi ialah yang selama ini selalu membantu Raja Brighton, pamannya, untuk menyingkirkan siapapun yang dibenci ol

