Damar kembali dari Rumah sakit setelah membelikan satu kantong makanan untuk Lina. Damar masih ingat makanan kesukaan Lina, dari mulai snack hingga minuman ringan. Awalnya ia ingin menemui Lina secara langsung dan mengetahui perkembangan Bapak, tapi karena ada Adit, Damar pun mengurungkan niatnya. Sesekali Damar tersenyum dengan satu tangan memegang kemudi dan satu tangan lainnya bersandar pada kaca spion yang sengaja dibuka. Akhir-akhir ini Damar sering memikirkan Lina kembali dan ingin menemuinya setiap hari. Perasaan yang tidak pernah pudar, namun sempat ditahan karena terhalang status. Namun saat Lina kembali menghubunginya dan meminta bantuan, Damar merasa memiliki kesempatan untuk mendekati Lina lagi. Meski ia tau saat ini ada lelaki lain yang tengah dekat dengan mantan istrinya it