Jika Naya menganggap kejadian seminggu sebelumnya—pertemuannya kembali dengan sang mantan suami adalah sebuah kesialan—yang disesali oleh wanita itu. Bahkan jika saja wanita itu bisa mengulang waktu, ia akan memilih untuk menolak perintah sang atasan—apa pun resikonya. Berbeda dengan Alka. Pria itu merasa mendapatkan sebuah keajaiban. Setelah lebih dati tiga tahun hidupnya terasa kacau—hambar—tak lagi berwarna, Alka seakan kembali menemukan muara hidupnya, begitu kedua matanya menemukan sosok sang mantan istri. Pria itu bahkan mensyukuri kondisi kesehatan Pak Abdul yang tiba-tiba menurun, hingga akhirnya ia bisa melihat kembali wajah—yang ia sadari, sangat ia rindukan—entah sejak kapan. Bukankah ini sebuah keajaiban? Kesempatan kedua yang Tuhan berikan untuknya—dan tidak akan ia sia-siaka