Dia mengambil kunci mobil Audi-nya dari meja, dan berjalan menuju pintu. Di ambang pintu, Rafa berhenti, menoleh sekilas ke wajah Aurora yang kini sekeras berlian. "Hubungi ibumu," katanya. "Minta dia ajari kamu cara menembak target yang meninggalkanmu. Itu lebih berguna daripada merajuk." Pintu kayu itu tertutup dengan bunyi berdecit yang keras. Aurora berdiri di tengah kamar, keheningan mencekiknya. Ia tidak mengejar, tidak menangis, tidak berteriak. Ia hanya berdiri, membiarkan kemarahan Valente yang dingin membeku dalam dirinya. Ia berjalan ke ranjang, mengambil pisau lipat Rhea yang selalu disembunyikannya, dan menatap pantulan dirinya di bilah baja itu. _Pantai Utara Portugal – Kediaman Valente (48 Jam Setelah Pengkhianatan)_ Aurora menghabiskan dua hari di kamar tidurnya. Buk

