Perubahan Tidak Terduga

825 Words
Sudah sebulan Helena menjalani hidup yang tenang dan damai. Ia masih tinggal di rumah ayah mertuanya, ayah Otávio. Berat badannya naik dan tak ada lagi bekas kekerasan di tubuhnya. Ia bahkan punya rekening bank sendiri, bisa membeli pakaian, pergi ke salon, atau membeli makanan apa pun yang ia inginkan. Namun, Helena belum berani melangkah melewati pintu rumah; setelah kematian Otávio, berada di dalam rumah terasa seperti tempat paling aman baginya. Baru sekarang ia sadar betapa ngerinya para penjaga keamanan mengawasinya; tak satu pun dari mereka berani mendekat. Meski kini ia seorang janda, ia masih membawa nama besar Garcia yang membuat orang segan. Ia bisa kehilangan akal kalau ada laki-laki yang terlalu dekat dengannya. Anehnya, Ricardo—yang dulu bertanggung jawab atas keamanan Ella—kini harus mengikuti Helena ke mana pun ia pergi. Helena tidak mengerti kenapa ia diperhatikan segitunya; bahkan sebelum menjadi janda pun ia tak pernah punya pengawal pribadi. Ricardo perhatian dan tahu betul bahwa iparnya ini mempercayainya sepenuh hati, tapi meskipun begitu, Helena tetap tidak bisa menurunkan kewaspadaannya. Tidak akan ada lagi pria yang mendapatkan kepercayaannya; ia lebih memilih mati daripada harus menyerah pada hal itu lagi. Ia sendiri tidak mengerti bagaimana ia dulu bisa bertahan tiga tahun diperlakukan sekejam itu oleh Otávio. Ia menolak membiarkan pikiran gelap itu berlanjut dan memutuskan untuk merapikan lemari pakaiannya. Sejak menikah, ia tak pernah mengizinkan staf rumah tangga masuk ke kamarnya; ia merapikan semuanya sendiri, agar tak ada yang melihat noda darah yang dulu sering mengotori seprai. Saat membuka lemari, ia sadar ia benar-benar butuh pakaian baru. Tapi ia tahu ia tak akan sanggup pergi hanya ditemani pengawal, jadi ia memutuskan menghubungi satu-satunya teman yang masih mengerti ketakutannya. “Ella, ini Helena. Apa kabar?” “Sayang, bagaimana keadaanmu?” “Ella, aku tahu dia kakakmu… tapi aku lega. Aku tidak akan pernah mengalami hal itu lagi.” Di seberang, Ella membayangkan bagaimana harus memberitahunya bahwa sebentar lagi ia harus bersatu dengan pria lain—tidak setampan Otávio, tapi jauh lebih menakutkan. Kasihan Helena, ia mungkin baru lolos dari satu mimpi buruk hanya untuk jatuh ke mimpi buruk yang lain, atau bahkan yang paling buruk. “Tapi Ella, aku butuh bantuan. Kamu bisa ikut aku belanja? Aku butuh pakaian baru; yang kupunya sudah hampir tidak muat dan mulai rusak.” “Aku bisa menemanimu, tapi aku harus membawa Stefano.” Helena spontan merasa gentar; ia tak menginginkan kehadiran pria itu, tapi ia tidak punya pilihan lain. Setidaknya Ella akan bersamanya. Ketika Ricardo mengetuk pintu untuk memberitahu bahwa Ella sudah datang, Helena sudah siap. Ia mengenakan gaun kuning panjang yang dulu pernah ditinggalkan Ella di kamar lamanya; si janda muda itu tampak cantik, dan mata birunya terlihat semakin besar. Stefano, yang menemani istri sang bos, langsung memutuskan bahwa ia tak bisa membiarkan Helena tinggal di rumah itu lebih lama lagi; ia terlalu menggoda bagi siapa pun. Dan hal itu terbukti saat mereka berjalan di jalanan dan masuk ke toko-toko: para pria menatapnya dengan cara yang membuat darahnya mendidih. Dibutuhkan semua kendalinya agar ia—tangan kanan bos mafia Amerika—tidak menguliti mereka hidup-hidup. Masa pemulihan yang ia berikan pada Helena sudah habis; ia harus melindunginya dari perhatian para pria lain sebelum ada yang mencoba mendekatinya, dan sebelum ia terpaksa membunuh satu orang lagi. Saat Helena mencoba gaun di ruang ganti, Stefano memanggil Ella ke samping dan berkata: “Kamu punya waktu sampai besok untuk mengatakan pada Helena bahwa dia milikku. Tidak boleh lebih dari itu.” “Helena sedang merasa begitu bahagia… tidak bisakah kita menunggu setidaknya seminggu lagi?” “Bahkan lebih dari satu hari pun tidak boleh, Ella. Atau aku yang akan memberitahunya. Dan beri Helena peringatan, kalau dia berniat lari atau menolak pernikahan ini, penggantinya akan jadi adikmu. Dia sangat tahu bahwa seorang gadis akan berubah menjadi mayat hidup kalau harus hidup dengan pria seperti aku.” Ella tak punya pilihan selain segera memberitahunya. Percakapan itu terputus ketika Helena keluar dari ruang ganti. Tatapannya jatuh pada Stefano, dan wajahnya langsung pucat. Wakil kepala mafia Amerika itu menyadari betapa besar ketakutan yang bisa ia timbulkan pada perempuan yang tanpa sadar telah menjadi istrinya. Saat menjadi janda, Helena menandatangani berbagai dokumen mengenai aset-aset suaminya. Karena tidak memahami urusan itu, ia hanya menandatangani bagian yang ditunjuk oleh pengacara keluarga, dan di antara semua dokumen itu, terdapat satu yang mencatat pernikahan mereka. Helena dan Stefano sudah menikah, dan seperti semua pernikahan yang lahir di lingkungan mafia, hanya kematian yang bisa memutuskan ikatan itu. Bukan rasa takut Helena padanya yang akan membuatnya menjauh; ia tak pernah menginginkan siapa pun kecuali Helena. Saat ia menyelamatkan kehormatan dan nyawa istri sang bos, ia tidak mengharapkan balasan apa pun—tapi ketika tahu bahwa Helena menjadi hadiahnya, ia merasa semua sepadan dengan peluru yang menembus dadanya. Ia rela menerima sepuluh peluru di tempat yang sama hanya demi satu malam bersama perempuan itu. Dan sekarang, ia akan melawan siapa pun dan apa pun untuk mempertahankannya. Helena adalah miliknya, tidak bisa dibantah.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD