Bab 27 - Sidang yang Memanas

2010 Words

“Mas Elan maaf ya, kamu harus melihat semua kekacauan ini. Semua benar-benar di luar prediksi dan kendali kami,” ucap Hamdani sambil mengantar Elan keluar rumah. Jujur saja, ia jadi merasa tidak enak pada Elan. Elan paham ini urusan keluarga sehingga tidak ada alasan baginya untuk tetap di sana. Kejutannya kacau. Ia cukup syok dengan apa yang Bina lakukan. Jujur, sebagai seseorang yang sudah lama mengangumi Bina, seseorang yang selalu menganggap Bina bukan tipe wanita yang aneh-aneh ... saat ini Elan sangat kecewa. Namun, itu bukan salah Bina, melainkan salah Elan sendiri yang terlalu tinggi dalam berekspektasi. Lagi pula, apa yang bisa diharapkan dari manusia? “Kamu pasti kecewa banget sama Bina. Itu wajar,” kata Hamdani lagi. Elan hanya tersenyum. Ia masih tak bisa berkata-kata. “Te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD