Si sebuah ruangan praktik Poli Obgyn, lampu neon menggantung rendah, memantulkan cahaya putih ke lantai keramik yang sangat bersih. Di ruangan tersebut, terdapat sang dokter beserta asistennya yang dengan ramah menyambut ibu dan anak yang langsung dipersilakan duduk di seberang mereka, tepatnya duduk di kursi khusus untuk berkonsultasi. Dokter Irna, selama beberapa saat mendengarkan Selin yang sedang menjelaskan tujuannya datang ke tempat ini. Tentu saja sang dokter langsung paham dengan maksud dan tujuan dua orang di hadapannya ini. “Bisa diperiksa, kan, Dokter? Saya hanya ingin tahu kebenarannya saja. Rasanya tidak ada cara lain untuk mengetahui karena jika dengan pengakuan masih bisa dimanipulasi. Entah jujur atau bohong, siapa yang tahu?” ucap Selin. “Sedangkan memeriksanya ... saya

