Sejak dalam perjalanan, Bina memang belum bangun. Wanita itu masih memejamkan mata saat digendong oleh Elan turun dari mobil lalu dibaringkan di kamar barunya. Bahkan, hingga saat ini Bina masih terpengaruh ramuan yang membuatnya tertidur lelap tak lama setelah meminumnya. Selama beberapa saat, Selin memandangi wajah Bina yang saat ini sedang berbaring di kamar barunya dengan mata yang terpejam. Jujur, Selin merasa serba salah. Di satu sisi ia tidak ingin melanggar aturan keluarga, tapi di sisi lain ... Selin tak bisa memungkiri betapa Bina tampaknya sangat ingin bersama Niko. “Jangan luluh, Selin. Sadarlah,” batin Selin sambil menyadarkan dirinya sendiri. Selin menyadari jika dirinya luluh, tidak menutup kemungkinan semua akan luluh karena bisa dibilang dirinya-lah yang paling konsiste

