Al sebenarnya ingin kembali ke Jakarta, tapi Adit masih ada di Banjarbaru, sehingga ia berniat mengurungkan niatnya, namun ada hal penting yang tidak bisa ia wakilkan, sehingga Al terpaksa terbang ke Jakarta dua hari setelah pemakaman. Malam sebelum Al berangkat ke Jakarta. Al, dan Aya duduk di sofa di dalam kamar. Televisi di depan mereka menyala. "Jangan dekat-dekat Adit ya." "Eh, kenapa?" Aya menoleh. "Ya Tuhan ... apa kamu tidak paham tentang cemburu?" Al merubah posisi duduknya jadi menghadap Aya. "Eh! Cemburu kata orang tanda cinta." Aya juga merubah posisi duduk jadi menghadap Al. "Apa i love you, yang aku ucapkan setiap pagi, saat kamu bangun tidur, dan setiap malam, saat kamu akan tidur, itu tidak menunjukkan kalau aku mencintaimu?" Tanya Al gusar. "Secepat itu?" "Apanya?"

