Mandul - 15

1318 Words

Minggu pagi, Zahra memutuskan ikut kegiatan CFD. Biasanya ia pergi bersama rombongan ibu-ibu kompleks tetangga orang tuanya. Namun kali ini ia memilih berjalan sendiri. Ia ingin menikmati pagi tanpa suara, tanpa basa-basi, tanpa ada yang mengawasinya. Ada kerinduan yang muncul. Kerinduan pada dirinya yang dulu. Saat kuliah, ia sering datang ke CFD sendirian, menyusuri jalan panjang di tengah keramaian sambil mendengarkan musik, merasa bebas meski menjadi “orang asing” di antara banyak orang. Zahra berhenti di dekat penjual minuman lemon. Aroma asam-manisnya mengingatkan pada masa ketika ia masih kuliah: bangun pagi, naik angkot, turun di CFD, lalu berjalan tanpa tujuan. Tidak ada mertua yang menuntut, tidak ada suami yang diam-diam menjauh, tidak ada pertanyaan soal “kapan punya anak”. D

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD