Mata Liam makin terasa berat, setelah beberapa kali hampir tertidur akhirnya dia menyerah mematikan laptopnya hendak berangkat tidur. Urusan kantor memang sudah ada yang bantu menghandle, tapi tetap bagian penting Liam akan mengerjakan sendiri. Waktu hampir menyentuh pukul dua, pantas matanya sudah protes terus dipaksa melek. Beranjak ke bilik samping untuk melihat anaknya yang tidur disana, Satria tersenyum mendapati Nesh terlelap pulas memeluk dragonnya. Dari sekian banyak mainan yang dia belikan, tetap boneka naga hitam ini yang selalu dia peluk tidur. Hadiah pertama yang dia berikan saat Nesh dirawat di rumah sakit dulu. “Mimpi yang indah, anak kesayangan Papa. Kalau bertemu mamamu dan Papa Darin, jangan lupa bujuk mama supaya cepat pulang ya? Papa sudah kangen banget mendengar suara

