Senggolan Hans pada lengannya, mendongakkan kepala Kiran masih dengan wajah terkejut juga tak percaya. "Bukankah itu suamimu. Kenapa bisa ada di sini?" "Hust. Jangan bicara keras-keras, Hans." Seolah tahu akan ketakutan Kiran, pria itu meringis merasa bersalah karena keceplosan bicara. "Ops, sorry." Sampai detik ini memang tidak ada teman kantor yang mengetahui jika Kiran sudah menikah. Kecuali Hans. Sebenarnya tak ada niat Kiran menyembunyikan pernikahannya, tapi juga Kiran tak ada keinginan memberitahukan pasal pernikahan pada semua orang. Biarlah orang lain tahu dengan sendirinya jika sebenarnya dia sudah menikah. Elang masih memberikan tatapan tidak suka melihat Kiran sedang berduaan bersama lelaki itu. Meski berkali-kali istrinya mengatakan bahwa hubungan dengan pria yang sering

