Tidak rugi perjuangan Elang selama ini. Bahkan ketika memutuskan fokus pada skripsi, pemuda itu sangat jarang sekali berkumpul dengan teman-teman gengnya. Bengkel modifikasi yang selama ini digunakan sebagai tempat menyalurkan hobi, terpaksa juga harus dia tinggalkan. Sekarang, buah dari kerja kerasnya adalah wisuda sesuai dengan waktu yang telah dia targetkan. Tak ada yang lebih membahagiakan kecuali menunjukkan pada papanya bahwa dia bisa seperti apa yang diminta. Menjadi anak yang membanggakan meskipun nilai yang Elang dapat kurang memuaskan. Setidaknya gelar sarjana sudah dia kantongi sekarang. Tiga hari sebelum acara wisuda akan dilaksanakan, Elang sendiri yang memiliki ide dan keinginan menjemput Risma, ibu mertuanya. Bahkan Kiran sendiri juga tidak mengira jika Elang membawanya pu

