Sudah dapat Kiran duga jika kedekatannya dengan Elang langsung menimbulkan curiga bagi setiap pasang mata yang melihat. Namun, Kiran bisa apa. Ibarat nasi sudah menjadi bubur dan Elang seolah tak peduli akan itu semua. Wanita itu memilih menunduk segera, mencoba fokus pada makanannya. Namun, tak bisa. Makanan yang sedang dikunyah seolah nyangkut di tenggorokan dan itu disebabkan oleh tatapan terarah pada mereka yang membuat Kiran tidak nyaman. Menghela napas panjang. Meletakkan sendok di atas piring begitu saja, menarik perhatian Elang yang bahkan baru mulai menyuap makanannya. "Ada apa? Tak suka aku temani kau makan?" Kiran mendongak. Menjawab ucapan menuduh yang Elang lontarkan. "Bukan tak suka. Tapi kau tentu bisa melihat tatapan mereka juga kasak kusuk seolah mereka sedang membicarak

