"Evelyn, tunggu sebentar. Tas kamu ... sepertinya terbuka." Evelyn berhenti dan menoleh, berusaha meraba ritsleting tas punggungnya. "Hah? Perasaan tadi sudah saya tutup, Pak." Damian berjalan mendekati, berpura-pura membantu merapikan tas Evelyn. Dengan gerakan tangan yang gugup, dia merogoh saku vest-nya, mengambil tali bra yang sudah dia lipat kecil dan dengan kecepatan kilat menyelipkannya ke dalam kantong samping tas Evelyn yang terbuka sedikit. "Sudah, sudah saya tutup," ucap Damian singkat, wajahnya kini jauh lebih merah daripada saat Evelyn menggodanya tadi. "Makasih. Bapak kok perhatian banget, sih? Sampai detail tas saya aja diperhatiin," goda Evelyn lagi, sama sekali tidak menyadari 'penumpang gelap' yang baru saja masuk ke tasnya. Keduanya berjalan beriringan keluar dari p

