“Mamah lihat, Willy sangat menyayangi kamu, dan Papah pun merasakan hal yang sama. Daripada Ferro pada Dita, Willy terlihat jelas enggak bisa tanpa kamu.” Ucapan Dewi barusan langsung mengusik Diana yang tengah sibuk memasak sup bakso untuk Abimanyu. Entah kenapa, pikiran Diana langsung menjadi dikuasai prasangka buruk. Namun tanpa Diana dan Dewi ketahui, Willy yang akan memasuki area dapur jadi urung. Willy tak jadi masuk dan kembali membuat pintunya hampir tertutup. Dan dari balik pintu yang sedikit ia buka tersebut, Willy menyimak obrolan Diana dengan Dewi. “Memangnya kenapa, Mah?” tanya Diana yang takut, Dewi memiliki maksud lain atas ucapannya barusan. Dewi mengulas senyum, tampak semringah dan perlahan serius. “Di, kamu tahu, kan, perusahaan kita masih kecil dan butuh banyak sokon