Selesai dengan kegiatan panas kami yang super gila aku hampir terlelap begitu saja di atas Argio. Untungnya dengan sisa-sisa tenaga yang kupunya, tubuhku masih bisa diajak kerja sama saat Argio mengangkatku ke kamar mandi untuk membersihkanku. Aku tidak mungkin tidur dalam keadaan kotor oleh sisa-sisa cairan kami. Tapi aku tidak terlalu ingat prosesnya karena kantuk ini benar-benar begitu hebat. Beberapa kali rasanya aku sudah benar-benar terjatuh dalam lelap. “Terima kasih sayang untuk hari ini,” bisik Argio lembut. Aku sudah benar-benar terpejam saat Argio melanjutkan lagi, “Aku cinta kamu, Larasati Silvia Putri.” “Lovssaiakj—“ gumamku tidak jelas. Aku berusaha membalas ucapan Argio tetapi kepalaku benar-benar sudah terasa berat karena kantuk yang hebat. Argio terkikik geli. Lalu ia
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books