120

1130 Words

"HIYAAA!" Penghuni rumah milik Arsa tersentak- kaget, karena teriakan tamu baru mereka. Laki-laki yang kini berdiri di depan pintu rumah Arsa itu berhasil membuat suasana semakin semarak karena tingkah anehnya. “Geyol! Lo abis borong apaan aja?!” tanya Dipta sembari menunjuk setiap kantong belanjaan yang mampu ia tunjuk. “Daebak!! Banyak banget. Duit lo ngeri ya.” Decak Dipta. Setelah ini Dipta akan menagih hutang Arsa. Menjadi menantu pemilik perusahaan sepertinya membuat adiknya menjadi kaya raya. “Tagihan laba gue tagih lah. Modal urusan lo ama bini gue..” Heh?! Arsa melambaikan tangan persis seperti orang berda*da ria. Bedanya kedua telapak tangan Arsa itu berada di depan da*da bidangnya. Menolak persepsi sang kakak mengenai isi dompetnya yang dipikir banyak. “Ngapain lo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD