Ariana tak bisa menyembunyikan raut bahagia di wajahnya. Ia merasa menjadi wanita paling beruntung malam ini. Kehadiran Jackson entah mengapa membuat Ariana membayangkan banyak hal, tentang bagaimana kelak ketika calon adik Isyana lahir. Apakah mereka juga akan melakukan rutinitas yang sekarang ini sedang berlangsung- makan malam di tempat sederhana tanpa memikirkan status sosial Arsa. Kesederhanaan yang begitu indah. Ariana menyukainya. Kegiatan yang membuat mereka- tepatnya ia dan Isyana, tak perlu lagi berpura-pura berasal dari kalangan atas. Walau Ariana sendiri tahu, sebenarnya Arsa merasa tidak nyaman. Lucu sekali muka kamu, batin Ariana. Arsa mengamati keadaan sekitar. Ia meringis, “agak berisik (kumuh) nggak sih, Sayang?” tanya Arsa sembari menatap wajah Ariana. Arsa tak bera

