76

1199 Words

Brak!! “Papaaa!!” Ariana langsung terbangun dari tidur lelapnya ketika mendengar suara tangisan Isyana. Selama ini wanita itu memang selalu sigap. Untuk Ariana, air mata Isyana adalah alarm alami di setiap malam-malamnya. Ia akan otomatis terjaga meski lelah sekalipun. “Mama.. Papa jahat! Huhuhu!!” gadis kecil itu masih berdiri di depan pintu kamar. Tangannya berulang kali menghapus air mata ketika mengadu pada Mamanya. Ariana menuruni ranjang. Ia langsung menggendong Isyana tanpa rambut terikat seperti pagi-pagi sebelumnya. “Sayang.. Papanya terus mana?” tanya Ariana ketika mereka keluar dari kamar. Awas saja! Ariana pasti akan memarahi laki-laki itu habis-habisan jika berani menyakiti putrinya. Ariana bukan tipe pendendam tapi kepada Arsa adalah sebuah pengecualian terlebih menyangk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD