BAB 51

1365 Words

Hari yang seharusnya dipenuhi riuh kelopak mawar dan tangis haru itu nyatanya hanya melahirkan kesunyian yang gersang. Tidak ada ornamen bunga melati yang menjuntai wangi, tidak ada alunan musik klasik yang megah, bahkan tidak ada gaun putih besar berpayet kristal yang sempat tergantung kaku di kamar pengurungan kemarin malam. Arlo membatalkan seluruh kemegahan pesta di Grand Hyatt dalam satu ketukan instruksi taktis pasca-bocornya foto pertemuan Elara dengan Kalandra. Sebagai gantinya, prosesi ini digeser ke sebuah ruang pertemuan tertutup di kantor catatan sipil Jakarta Pusat. Ruangan itu terasa begitu sempit dan dingin, didominasi oleh dinding bercat krem yang mulai mengelupas di beberapa sudut dan aroma kertas arsip tua yang menguar pekat. Elara hanya mengenakan setelan blazer formal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD