BAB 94

1327 Words

Matahari pagi bergerak perlahan melintasi langit Jakarta Timur, menyirami kompleks Yayasan Anyelir dengan pendar cahaya kekuningan yang amat hangat. Sinar itu menerobos celah-celah daun mahoni yang rindang, membiaskan bayangan lembut di atas jalan setapak dan dinding bangunan anyar yang berdiri kokoh di sisi timur halaman. Deru bising kendaraan dari jalan raya utama di luar sana hanya terdengar samar-samar, terhalang oleh pagar hijau dan rindangnya pepohonan panti. Di area bermain, derai tawa polos anak-anak yang sedang berebut bola plastik memecahkan kesunyian pagi. Di tempat ini, waktu seolah mengalir dalam tempo yang jauh lebih tenang, ritme yang santai, namun sarat dengan kepastian dan tujuan hidup yang amat jernih. Thalia berjalan santai menyusuri lorong utama gedung baru yayasan. T

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD