Bab 12. Membayangkan Menyentuhmu

1043 Words

“Hamil kamu bilang? Dia hamil anak kamu? Oh, jadi selama aku enggak ada kamu menikmati malam-malam panas bersama dia? Kamu jahat, Liam!” Teriakan Bella menggema di dalam rumah besar itu. Tangis kekecewaan bercampur dengan rasa benci yang mendalam pada sang madu yang akhirnya membuatnya kalut. Ia pergi untuk mengejar karir dan mimpi, sedangkan sang suami malah enak-enakkan dengan istri keduanya. Mana yang katanya Liam tidak menyukai gadis itu? Mana yang katanya sang suami jijik padanya? Semuanya palsu. Bahkan Jelita sampai hamil dan ia yakin ini karena Liam berkali-kali melakukannya dengan gadis itu. “Bella dengerin aku. Ini bukan hanya anakku, ini akan jadi anak kita. Pewaris keluarga ini. Jadi, tolong!Tolong jangan seperti ini,” ucap Liam. “b*****t kamu, Liam. Kamu udah menikah lagi, t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD