Bab 52. Dekapan Setelah 23 Tahun

1504 Words

Ruang rapat lantai dua puluh itu kembali dipenuhi cahaya pagi yang tertahan tirai tipis. Meja oval besar sudah terisi hampir penuh. Beberapa kepala divisi membuka laptop, sebagian lain merapikan berkas. Suasana profesional terbentuk rapi, tenang, dan terkendali. Clara duduk di kursinya dengan punggung tegak, pena di tangan, tabletnya menyala. Ia terlihat siap seperti biasanya. Namun hanya ia sendiri yang tahu betapa pikirannya tidak sepenuhnya berada di ruangan itu. Bayangan tadi pagi kembali menyusup tanpa izin. Lantai yang licin hingga membuat keseimbangannya hilang, lalu suara rendah yang mengucap hati-hati. Clara menarik napas dalam-dalam, berusaha memaksa pikirannya kembali ke layar presentasi yang baru saja ditampilkan. Grafik pertumbuhan. Proyeksi risiko. Angka-angka yang seharu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD