Kanaya masuk dalam ruang makan dengan senyum terlukis jelas di wajahnya, bu Inda dan pak Andrian saling pandang melihat putri mereka yang bersikap berbeda dari hari biasanya. “kamu terlihat bahagia hari ini Kay, ada yang perlu ayah dan ibu tahu?” tanya pak Andrian. “hah? Enggak yah, nggak ada kok,” jawab Kanaya terbata. Cerita dong sama ibu, apa yang membuat kamu bahagia hingga senyum terus begitu,” ucap bu Inda membuat Kanaya tersipu. Kanaya kemudian mengambil nasi goreng yang tersedia di depannya dan mulai makan, ia masih mengingat momen manis antara dirinya dan Aldric di pantai kemarin juga momen kissing mereka di teras rumahnya dan ia bersyukur kedua oranngtuanya pergi ke rumah omya, jika tidak pasti mereka sudah memergoki apa yang dilakukan Kanaya dan Aldric. “keadaan om Imam

