Aldric menarik tubuh Kanaya dalam pelukannya dan memeluknya erat, Aldric seminggu ini pergi ke Jerman untuk mengantarkan papanya berobat karena jantungnya yang bermasalah. Selama seminggu di Jerman dan sama sekali tidak menghubungi Kanaya membuat Aldric sangat merindukan Kanaya, hal itu membuatnya semakin meyakini perasaannya ini nyata, buka perasaan suka sesaat. “aku merindukan kamu Kay,” ucap Aldric di telinga Kanaya membuat Kanaya merinding, jujur ia juga merindukan Aldric tapi masih malu untuk mengatakannya. Keyakinannya pada perasaan Aldric masih 50% saja dan belum tentu akan bertambah, mungkin akan berkurang sebelum ia benar benar melihat kesungguhan Aldric. Aldric mengurai pelukannya dan menatap Kanaya, wajah Kanaya terlihat lelah. Aldric membawa Kanaya duduk dan mereka duduk b

