56. Sebuah pilihan

1087 Words

Rex sampai di ruang rawat mamanya. Tanpa banyak bicara, Rex menarik papanya yang duduk di samping branker mamanya untuk menyingkir. Gerald memilih ngalah, membiarkan anaknya merampas posisinya. Dengan perasaan sangat bersalah, Rex mengusap kening mamanya yang tertidur pulas. Napas mamanya terlihat sangat memburu dengan hidung yang terpasang alat pernapasan. Air mata menggenang di pelupuk mata Rex. Karena dirinya yang tidak bisa menahan emosi, mamanya jadi seperti ini. Rex tau kalau dia keterlaluan, dan penyebab mamanya drop sudah pasti dirinya. “Mama!” bisik Rex mencium kening mamanya. Gerald menyerahkan selembar kertas hasil diagnosa dokter. Rex membacanya, di kertas itu tertulis mamanya mempunyai penyakit jantung. Rex meremas kertas itu dengan geram. Di kertas itu juga tertulis kalau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD