Dua puluh Tujuh

1219 Words

     Setiba nya Sheira di bandara San Fransisco ia sudah di tunggu oleh Mikail adik nya. Pria itu langsung memeluk sang kakak, dan kemudian beralih pada keponakan nya yang sangat di rindukan nya. "Gimana kondisi Papa ?" Tanya Sheira, saat mereka sudah dalam perjalanan pulang. "Sudah membaik kok, apalagi saat Papa kemarin tau kalau Kakak bakal pulang, beliau langsung sehat " jawab Mikail. Ia melirik Rama yang terlelap di bangku belakang. Keponakan nya pasti lelah karena perjalanan yang sangat jauh dan panjang. "Kakak sendiri ? Ares gak ikut ?" Tanya Mikail. "Ares nyusul nanti, dia masih harus nunggu tes buat donor ginjal untuk Alul " "Parah ya kak ?" "Hm, salah satu Ginjal nya rusak. Jadi, harus segera mendapat kan donor nya " jelas Sheira dengan singkat. Mikail hanya mengangguk p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD