Bab 29

1565 Words

“Eugh … awh kepalaku,” desis Maura saat merasakan kepalanya seperti terlempar sesuatu. Sinar matahari pagi yang menerobos masuk melalui celah gorden apartemen terasa seperti hantaman gada besi tepat di kening Maura. Kelopak matanya mengerjap berat. Hal pertama yang ia rasakan adalah pening yang luar biasa hebat, seolah otaknya tengah diremas dari dalam. Maura mengerang lirih, mencengkeram kepalanya sendiri sembari berusaha mendudukkan diri di atas ranjang king-size yang terasa asing. Saat selimut tebal merosot turun dari bahunya, Maura tersentak. Ia menatap tubuhnya sendiri. Gaun tidur selutut yang ia kenakan semalam sudah terpasang kembali, namun tanpa pakaian dalam. Di pergelangan tangannya, samar-samar terlihat bekas kemerahan yang agak perih. Ikatan tali. Seketika itu juga, pecah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD