King terbangun karena mimpi buruk yang begitu aneh, dirinya sedang menggendong seorang perempuan yang sudah terluka sangat parah. Dia melihat dengan jelas wajah iru, tetapi tak mengenalinya. Napas tersengal, tiba-tiba rasa sakit di bekas luka tembak bagian perut bergetar. “Tak sakit, kenapa aku merasa luka ini bereaksi? Siapa wanita itu?” King masih bergumam seorang diri sembari melirik jam digital di meja, dia turun dari kasur. Sebab, hari ini Belva akan kembali beraktivitas secara normal, bahkan dipindah ke sekolah yang sama. Semua fakta mengenai Tirza meyakinkan dirinya untuk menempatkan mereka di satu titik pantau termudah. Dengan begitu, putri pura-pura Alo Agler tidak akan lagi bisa mengintimidasi anak kandung sang agen. “Tirza tak berada di sekolah ini,” ujar Pradipta menyambut k