BAB 46

1273 Words

Jujur saja, Monic nggak tahu. Seperti sebelum-sebelumnya, Monic nggak pernah punya rencana. Dia hanya melakukan apa yang muncul di kepalanya saat itu. Jadi, ketika Miranda menghujaninya dengan caci maki dan segala kosakata kasar yang nggak pernah Monic sangka-sangka akan keluar dari bibir seorang Miranda, dia hanya diam dan menyimak. Monic sempat terkejut. Dia nggak yakin apa benar perempuan yang sedang memaki-makinya dengan semua nama binatang ini adalah Miranda Oktarini, si perempuan elegan, berkelas, dan dicintai oleh banyak orang. Monic jadi bertanya-tanya, apakah penggemar-penggemar Miranda, atau bahkan teman-teman mereka semasa kuliah dulu, tahu bahwa kemarahan Miranda bisa begitu kotor dan mengerikan begini? “Lo bener-bener nggak tahu diri, anjing! Gerald itu sama gue duluan! Bisa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD